PENGALAMAN HIDUP BY Ny.Anita Heilbron
Saya telah mempelajari sedikit ilmu tentang pandangan hidup dari seorang ibu yang telah saya wawancara. Ibu ini adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya menemani sang suami bekerja dengan keshariannya sebagai pendeta. Menurut saya kehidupan ibu ini sangat unik karena banyak pengalaman- pengalaman yang bahakan menurut saya diluar kemamapuan saya. Mau tahu bagaimana ceritanya?? Let’s check it out.:). Eits, sebelum saya beralih ke pada wawancara saya,tentunya saya harus memperkenalkan dulu sosok ibu yang sangat menginspirasi saya ini.hihihi.nama ibu ini adalah “Ibu Anita Heilbron”.
Saya : selamat siang ibu, maaf mengganggu sebentar. Saya bernama Yohana Wiranita Siregar sering dipanggil yoyo juga ingin sekali agar kiranya ibu berkenan untuk saya wawancarai tentang seputar keseharian ibu untuk menambah pengetahuan saya.bolehkah ibu?
Ibu Anita : selamat siang juga nak,oh boleh sekali. Tentu boleh,mau bertanya tentang apa?
Saya : pertama-tama saya ingin bertanya ibu bekerja sebagai apa?
Ibu Anita : oh tante adalah ibu rumah tangga yang kesehariannya selalu menemani suami tugas di ciledug dan juga ngurus anak tante bolak- balik dari ciledug ke sini.
Saya : oh jadi ibu pengikut suami yang setia ya dan sungguh ibu rumah tangga yang baik.hhaha.
Ibu Anita : iya pastinya.hahahah
Saya : emang ibu rumah aslinya tidak disini ya? Emang om kerja sebgai apa ibu? Dan kenapa harus bolak-balik dari pondok gede lalu ke ciledug dan kemudian ke pondok gede lagi lalu ke ciledug lagi?
Ibu Anita : hahahha. Iya jadi suami tante itu kesehariannya sebagai seorang pendeta di daerah ciledug. Karena suami tante ditempatkan di ciledug jadinya kami tinggal di sana, nah anak-anak karena lagi kuliah tepatnya sama seperti nak yoyo di Gunadarma jadi tidak mungkin tinggal di ciledug karena pasti akan jauh. Nah akhirnya di belilah satu rumah tepatnya rumah ini lalu mereka tinggal di sini supaya kuliah mereka tetap berjalan lancar. Nah jadinya tante dan om minggu sore sampai senin malam ada di sini dan selasa pagi sampai minggu siang.
Saya : ooooooh, serius ibu??jadi ibu ga capek melakukan aktifitas yang menurut saya sangat rutinitas yang membosankan.maaf ibu.heheh
Ibu Anita : iya yoyo..terkadang tante memang bosan karena melakukan yang selalu begitu begitu saja, namun ada yang membuat ibu terus berjuang yaitu anak- anak. Kalau tidak karena demi kesuksesan mereka tante ga akan melakukan hal- hal yang seperti ini, selai itu juga ada Bapa di Sorga yang selalu melindungi tante dan memberikan tante kesabaran sehingga terus bisa melakukan semua rutinitas tante. Serta tidak lupa suami tante yang sangat tante cintai.
Saya : pasti om sangat bangga ya tante bisa mendapatkan tante yang cantik dan juga sabar.ahahah
Ibu Anita : karena itu tante juga memilih om sebagai suami tante karena dia bisa menerima tante apa adanya.hahaha. yoyo juga makanya nanati harus cari suami benar- benar yang terbaik bagi yoyo dan juga minta bantuan dari Tuhan Yang Maha Kuasa agar yoyo tidak salah pilih.
Saya : pasti tante,pasti sekali. Ok tante makasih sekali ya da meluangkan waktunya tante unutk berbagai cerita keseharian tante ke saya,saya sungguh terinspiratif sekali dan ingin terus belajar bagaimana kelak menjadi seorang ibu yang baik bagi anak dan juga bagi suami.
Ibu Anita : sama- sama nak.
Saya : untuk memaksimalkan wawancara bolehkah kita melakukan sesi photo memphoto tante?hahha
Ibu Anita : oh silahkan, silahkan...
Dan inilah kita yang saatnya bernarsis ria :
Ini aku dan tante Anita Heilbron.:)
Mau tahu rumah yang menjadi keseharian ibu Anita Heilbron sebagai tempat merawat anak-anaknya?
This is it.
Kebetulan saya berkesempatan untuk memphoto salah satu anknya yang sedang makan,seperti apa? Mari kita lihat.hihhihi
Lalu ini adalah photo ibu Anita dengan suaminya tercinta :

Demikianlah wawancara saya dengan ibu Anita heilbron yang begitu anspiratif, menyenangkan dan menambah ilmu bagi saya tentang yang namanya suatu tanggung jawab. Dari ibu Anita Heilbron saya mendapat pengertian bahwa kita harus mencermati pekerjaan kita seperti apa, tak hanya yang tampak dari luar, melainkan makna yang emndasarinya hingga pekerjaan itu penting untuk dikerjakan. Orang yang tak mengerti makna pekerjaannya bisa merasa jemu dan sia- sia bekerja, akan tetapi anak-anak Allah perlu memahami makna pekerjannya. Pertama, Tuhan sendiri memanggil kita untuk bekerja, bekerja halal bukan yang cemar. Kedua, Tuhan mau kita menjadi berkat bagi semua saudara, melalui pekerjaan kita. Ketiga, Tuhan rindu kita bersaksi bahwa Tuhan memelihara, karena dengan bekerja kita tak tergantung pada orang lain. Terima kasih Ibu Anita Heilbron atas pengalamannya yang sangat berharga bagi saya. Semoga bermanfaat bagi kita semuanya juga, amien...=)