MAU JADI APA???
Kalau ada orang yang ditanya ingin mau bagaimanakah dia kelak di masa depannya??maka pastinya banyak orang akan menjawab ingin hidup bahagia,menikah dengan orang yang dicinta, memiliki pekerjaan yang sangat bagus dan lain-lain yang bahagia. Sudah tentu itulah yang ingin dicapai semua orang di dunia ini. Begitu juga halnya saya.
Dari kecil saya sudah merasakan hidup yang sangat susah bersama keluarga saya, di mana orang tua saya harus bekerja banting tulang dengan susah payahnya dan dengan hasil kerja yang tidak seberapa ayah dan ibu saya harus dapat menghidupi ke 7 anaknya yaitu kakak-kakak saya, saya, dan adek saya.kenyataan ini harus kami(anak-anaknya orangtuaku) dan juga orangtuaku terima dengan dada lapang tanpa harus mengeluh dan terus memohon bantuan dan rahmatNya.orangtuaku terus banting tulang dan kami terus bersekolah walaupun tersendak-sendak karena kurangnya biaya. Tapi tetap saja walaupun sebenarnya kami kurang biaya untuk makan bahkan sekolah buktinya sampai sekarang saya masih bisa kuliah di swasta pula yang biayanya lumayan mahal. Itu tidak lain tidak bukan karena Kuasa Tuhan Yesus yang selalu menyertai keluarga kami sehingga kami sellau dicukupkan walaupun sebenarnya kami sangat berkekurangan.
Dari kegigihan orangtua ku maka kami anak-anaknya tidak menyia-nyiakan segala kesempatan yang ada,terkhusus aku. Berkat segala perhatian, dan nasehat maka aku terus berjuang di sekolah mendapatkan yang terbaik sehingga alhasil aku memasuki peringkat 5 besar di SD dan mendapatkan beasiswa sehingga membantu kedua orangtuaku juga membuat mereka bahagia dan merasa tidak sia-sia banting tulang bagi kami. Dipikiranku sampai sekarang memang yang nomor 1 di dunia ini adalah bagaimana cara membahagiakan orangtuaku dengan menunjukkan berbagai prestasi. Dari SD sampai SMA memang(bukan sombong) hampir membuat orangtuaku senang. Kalau kupikir ini memang masa jayaku sekarang walaupun saudara-saudaraku masih lebih lagi memberikan kebahagiaan untuk orangtuaku. Namun saat aku mulai memilih sesuatu bagian terpenting dalam hidupku aku merasa aku sedang dalam masa yang sangat turun bahkan-bahkan aku merasa membuat mereka sangat kecewa walaupun dari dalam mimik mereka tidak terlihat. Tapi Di pikiranku hanya bagaimana aku harus berjuang untuk sukses dan agar orangtuaku bisa mersakan hasil jerih payahnya melalui kesuksesan anak-anaknya.
Saat SD aku selalu masuk 10 besar dan mendapat beasiswa di sekolah. Bersama anak-anak yang lainnya kami juga tergabung dalam olimpiade antar sekolah. Kami saling bersaing secara sehat untuk mendapatkan yang terbaik. Lalu aku lulus dari SD dan mendapatkan hasil yang sangat memuaskan dari hasil jerih payahku dan bisa masuk ke SMP swasta terfavorit. Di SMP juga aku ingin terus mencari ilmu sedalam-dalamnya dan ingin membuktikan diriku. Aku selalu masuk 6 besar di kelasku dan mendapat beasiswa dari sekolah seta beasiswa belajar bahasa inggris selama setahu.sungguh aku sangat bahagia meraih ilmu tanpa banyak mengeluarkan uang yang banyak namun memang harus dengan kerja keras. Sehingga saat aku kelas 3 SMP aku membuktikan siapa aku sebenarnya dengan menjuarai peringkat 2 kelas dan yang paling bahagia adalah memenangkan juara 1 “MENGABRAIN” antar se-SMP di kota Medan. MENGABARAIN adalah mengingat 100 kata dalam 15 menit. Ini hal yang rasanya paling bahagia kurasa untuk pertama kalinya aku bisa memberikan kebahagiaan kepada orangtuaku walaupun ini masihlah hal kecil atau belum klimaksnya. Aku juga tidak mau berhenti sampai di situ, lalu aku berjuang terus sampai akhirnya pengumuman kelulusan dan au lulus dengan hasil yang benar-benar memuaskan sehingga lagi-lagi aku bisa masuk ke sekolah favorit manapun di Medan. Tapi karena orangtuaku tidak mengijinkan aku untuk bersekolah di Negri maka orangtuaku menyuruhku sekolah di swasta. Sehingga aku memilih salah satu sekolah terfavorit swasta di Medan. Di sini hari-hariku dimulai selalu dari kelas 1 sampai kelas 3. Di sini memang ada terasa kebosanan dalam diriku karena aku terus belajar dan terus belajar. Apalagi di masa-masa SMAku yang benar-benar dipenuhi oleh jadwal sekolah,les,praktikum,private,dll. Kebersamaan bersama teman-teman pun bisa terlepaskan saat kita private bersama-sama. Benar-benar tidak ada pikiran selain belajar di benak kami khususnya aku. Kami juga tergabung dalam tim Olimpiade sekolah dan menambah terus jadwal belajar apalagi olimpiadae selalu diadakan setiap tahunnya. Ini benar-benar tersa menjenuhkan walapun meyenangkan bersama teman-temannya. Hingga akhirnya sampai di ujung aku terakhir kalinya memakai seragam. Sedih iya karena aku sangat merindukan sahabat-sahabat seperjuanganku yang sudah pergi untuk melanjutkan cita-citanya sesuai dengan yang dia suka sampai pergi ke luar negeri. Memang hampir semua sahabatku kuliah ke luar negri. Ini benar-benar sedih karena tidak bisa berkomunikasi lagi..
Lalu kau harus memutuskan aku ingin menjadi apa. Di sinilah rasanya semua perjuanganku sia-sia dan apa yang kuperjuangkan tidak ada gunanya karena aku membuat orang tuaku kecewa walaupun mereka tak menunjukkannya. Aku ingin masuk ke Universitas Negeri favorit dengan jurusan pertanian. Karena memang aku dari kecil sangat menyukai berbagai hal-hal yang berarah ke pertnian,perkebunan, dan paling utama adalah menjadi koki. Inilah sesungguhnya cita-citaku yang sekarang menjadi cita-cita terpendam.
Saat aku ingin masuk ke Universitas dengan jurusan yang kuinginkan malah aku tidak diterima. Yang ada malah tawaran ke jurusan yang lari dari yang kumau yaitu jurusan perkapalan. Sungguh saja oragtuau tidak mau. Karena mereka pikir tidak menjual kelak saat mencari kerja. Akhirnya pupus sudah harapanku untuk menginjakkan kaki di Universitas Negeri. Aku sangat kecewa bukan karena aku sendiri tapi karena aku tidak bisa membahagiakan kedua orangtuaku yang sangat ingin aku masuk ke sana. Tapi saat ada pilihan tidak mendukung. Rasanya aku sudah membuang umur orangtuaku dengan percuma karana tidak bisa berhasil membanggakan mereka dan membuat mereka menjadi berpikir sia-sia untuk berkerja banting tulang. Tapi perkataan orangtuaku yang menyejukkan hati yang walaupun ku tahu mereka kecewa adalah “ mungkin bukan jalanmu di sana nak, masih ada banyak jalan kok untuk sukses dengan cita-cita yang kau mau. Kan masih ada swasta. Carailah swasta yang terbaik. Nah disana buktikan kamu bisa.”
Akhrinya aku memutuskan 2 pilihan yaitu memilih menjadi koki dengan masuk ke Universitas chef atau mengikuti ujian untuk masuk swasta. Akhirnya aku merundingkan kembali kepada kedua orang tuaku dan mereka mengatakan bahwa untuk menjadi chef lagi-lagi tidak menjual. Akhirnya aku memupuskan ahrapanku dengan mengikuti ujian untuk masuk swasta dan akhirnya aku masuk ke Universitas Gunadarmaku tercinta ini dan mengambil jurusan Teknik Informatika. Ini benar-benar hal yang aneh bagiku, sangat asing sampai-sampai aku berpikir kalau aku itu sedang bermimpi. Aku benar- benar tidak pernah membayangkan aku mengambil jurusan yang benar-benar aku tidak suka. Tapi aku terus belajar dibantu oleh teman-temanku aku yang sanagt baik sehingga aku mulai menyukai jurusan ini. Aku tahu aku amsih banyak belajar namun aku tidak mau putus asa. Walaupun aku merantau rasanya Tuhan tdak pernah tutup mata akan kesusahanku. Dia selalu membantuku di saat aku merasa kesusahan. Aku benar-benar mencintai Dia.
Namun saat ini aku tidak mau terus terpuruk akan kegagalan yang membuatku makin hancur, namun mulai saat ini akan kubuktikan terus grafik hidupku akan menaik dimana dalam 3 tahun kedepan aku ingin emluluskan sarjana teknikku dan mencari kerja. Aku ingin merintis kerjaku sampai saatnya kau membahagiakan orangtuaku, bisa mandiri dan berkembang menjadi orang yang sukses. Selain aku ingin membahagiakan orangtuaku ada nomor kedua bagian terpenting hidupku yaitu membuat Indonesia ini menjadi lebih baik. Aku ingin membuat sekolah gratis,membantu anak-anak yang terlantar, yang hidup dipinggir jalan dan lain-lain agar mereka bisa mengemban pendidikan yang baik. Ini memang tekad kami(aku dan sahabat-sahabatku di SMA) agar mereka bisa mencapai mimpi-mimpi mereka. Aku memang sangat antusias dalam membuat orang bahagia trutama orang yang paling ku cintai di dunia ini yang tidak lain tidak buakn adalah keluargaku. Dalam urusan percintaan aku benar-benar tidak terlalu paham karena jujur aku sedikit tidak memikirkan hal ini. Memang ada beberapa orang yang ingin berbagi kasih terhadapku namun ya aku selalu menganggap mereka teman. Untuk urusan ini aku benar-benar menyerahkannya kepada Sang Pencipta. Aku bukannya tidak mau mencari tapi aku masih bahagia dan masih belum kesepian karena banyak orang-orang yang sangat menyayangi aku. Dan karena aku juga memegang prinsip “dia harus menjadi orang pertama dalam hatiku juga menjadi orang terakhir, sebaliknya juga dia serta dia bisa membawa ke hubungan sehat dan berkembang ke arah Dia”. Itu artinya aku juga mencari orang yang masih belum pernah pacaran.:). Ya karena aku ini wanita dan wanita itu harus menikah aku ingin sekali menikah di luar negeri(Macau) dengan orang pertama dan terakhir dihidupku dan disaat umurku 26(tidak tergantung. Yang penting aku dan dia sudah siap dalam segala hal).
Aku mempunyai anak dan aku akan terus membibing anak-anakku bersama suamiku dengan sangat disiplin sama seperti orangtuaku yang sudah mendidikku sangat perfectnya. Aku mungkin tidak bisa seperfect mereka karena mereka benar-benar orangtua yang walaupun dari kampung tapi pemikirannya hanya untuk anakknya. Mereka ga malu bekerja apapun(halal) hanya untuk membahagiakan anakknya. I love them so much. Dan setelah aku tua aku mau anak-anakku bisa membuat dunia ini lebih baik.
ini adalah angan-angan,aku tak tahu sebenarnya apa yang terjadi namun jika boleh ini terjadi aku samgat bersyukur. Namun hanya satu yang selalu aku mohon kepada Tuhan Penciptaku yaitu panjangkanlah umur orangtuaku sampai kami anak-anaknya bisa membahagiakan mereka dan membuat mereka tidak sia-sia membanting tulang demi anak-anaknya. Aku mau mereka benar-benar ingin mereka menikmati hari tua mereka dengan bahagia dan mewujudkan cita-cita merka yang ingin pergi ke Yerusalem. Aku akan terus berjuang. Lalu aku juga akan mengembangakan cita-cita terpendamku dan mewujudkannya dengan membuka sebuah restoran yang penuh dengan desain yang sudah kusiapkan di benakku. Love God.:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar