TIDAK LAHIR HAMPA BAKAT
Tidak ada manusia yang lahir hampa bakat, meskipun ia hadir ke dunia ini dengan tubuh yang tidak sempurna. Tuhan telah menaburkan benih berupa bakat yang kreatif di dalam setiap orang, yang seharusnya menjadi bekal untuk meraih hidup yang diberkati dan berdampak.
Awal tahun 2000, Benny berangkat dari Surabaya ke Jakarta dengan harapan bisa menjadi TKI di AS. Berbekal uang pinjaman yang cukup besar dari saudaranya, ia mengurus surat-surat dan membayar biaya biro jasa yang membantu keberangkatannya ke AS. Satu bulan menjelang keberangkatannya, pemerintah AS tiba-tiba menutup semua akses ke negaranya sebagai dampak dari tragedi WTC pada 11 september 2001. Kini pupus sudah harapan Benny mengadu nasib ke negri Paman Sam. Dan yang terburuk, ia harus menanggung utang yang relatif besar. Keadaan yang sukar itu tak langsung membuat Benny menyerah, ia melamar sebagai fulltimer di gereja. Apapun pekerjaan yang diberikan gereja, dikerjakannya dengan sepenuh hati. Akhir 2002 Benny dipromosikan untuk membantu bagian administrasi, di mana ia mulai mengenal perangkat komputer. Dengan ulet ia belajar penggunaan perangkat lunak(software) maupun perangkat keras(hardware) secara otodidak. Dalam waktu singkat, Benny telah menguasai teknologi komputer dan membantu bagian IT di gerejanya. Ini merupakan sebuah prestasi yang sangat baik bagi seorang pekerja di gereja,
Benny yang kreatif ingin hidupnya produktif dan memberi dampak pada lingkungan. Ia mengimani hidupnya dipulihkan, menjadi kepala bukan ekor, dan apa saja yang diperbuatnya berhasil. September 2009, Benny bersama istrinya memberanikan diri untuk memulai usaha rental komputer dengan bermodalkan 10 unit komputer di sebuah temapat yang dikontraknya di kawasan terminal Pulo Gadung. Dalam waktu 1 tahun, Benny sudah menikmati hasil dari keuletannya. Tak hanya berkembang, tapi bisnisnya pun berdampak bagi puluhan anak-anak pra-sejahtera yang tinggal di kawasan tersebut. Mereka bisa belajar mengenal dan menggunakan komputer. Saat ini 805 dari pelanggannya adalah anak-anak berumur 4-15 tahun. Pemilik-pemilik rental komputer yang ada di sekitar Pulo Gadung ingin tahu rahasia keberhasilan Benny, mereka pun berguru kepada Benny. Benny bergerak secara dinamis, ia mengembangkan usahanya ke bidang desain grafis, mendesai spanduk, brosur, editing photo, video klip, service komputer, instalansi komputer, dan LCD proyector.
Kesuksesan tidak pernah tersedia dalam kemasan siap pakai, sering kali kesuksesan terbungkus dalam kesempatan yang harus kita lakukan. Tentukan talenta yang da di dalam diri kita, lalu ciptakan kesempatan dengan bermodalkan hikmat dan tuntunan dari Tuhan. Kembangkanlah hal itu dengan rajin, pasti kita akan menikmati buahnya yang lebat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar