Senin, 21 November 2011

ADAKAH PERHATIAN?

ADAKAH PERHATIAN?
                Penulis Charles Swindoll pernah mengalami tekanan karena banyaknya urusan,janji,dan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu yang singkat. Hal ini sangat memengaruhi cara bersikap terhadap anggota keluarganya. Ia membentak istri dan anak-anaknya, dan tidak jarang ia tersedak ketika sedang minum ataupun makan. Ia juga merasa jengkel jika ada orang yang mengganggu kesibukannya, walaupun orang tersebut hanya sekedar mengajaknya berbicara. Lambat-laun sikapnya itu membuat anggota keluarganya takut. Mereka merasakan ketegangan jika berhadapan degannya.
                Charles Swindoll bercerita “Aku masih ingat malam itu,usai makan anak busungku bercerita bahwa ia mau menceritakan padaku sebuah kejadian penting yang dialaminya di sekolah hari itu. Ia berjanji akan menceritakan itu secara cepat agar tidak menggangguku. Menyadari sikapku yang membuat seisi rumah menajdi takut,aku kemudian berkata,’Sayang, kau tidak perlu menceritakannya secara cepat. Ayah punya waktu untukmu,ceritakan saja perlahan-lahan.’ Lalu anak bungsuku itu berkata,”Tapi ayah juga harus mendengarkannya baik-baik,janagn terburu-buru.”
                Baik atau tidaknya sikap yang kita tunjukkan terhadap seseorang atau sesuatu, ditentukan oleh seberapa besar perhatian yang kita berikan terhadap orang atau sesuatu tersebut. Jika perhatian yang kita berikan untuk pekerjaan lebih besar daripada suami,istri, atau anak-anak, maka kita akan merasa kesal ketika mereka meminta waktu kita. Atau,kita akan memberikan waktu dan perhatian kepada mereka, tetapi hanya dengan setengah hati. Hal yang sama juga berlaku dalam hubungan kita dengan Tuhan. Seberapa sering kita merasa terganggu dengan jam-jam ibadah atau kegiatan kerohanian lainnya? Sebagian orang tidak sempat lagi untuk bersekutu dengan Tuhan dalam doa dan pembacaan firman,hanya karena lebih mementingkan pekerjaan atau usaha. Ada juga yang berdoa dengan terburu-buru sambil sesekali memerhatikan jam dan memikirkan kegiatan lainnya.
                Selama masih hidup di dunia ini,segala sesuatu memang penting. Kita perlu memberikan perhatian untuk pekerjaan,karena pekerjaan penting untuk kelangsungan hidup kita. Kita juga perlu memberikan perhatian untuk Tuhan dan pekerjaanNya,karena Tuhan yang empunya hidup kita. Kuncinya terletak pada pegaturan kita, sehingga segala sesuatunya dapat berjalan dengan seimbang.  Ketika kerja, berikan perhatian penuh kepada mereka. Ketika kita bersekutu dengan Tuhan,berikan perhatian penuh kepada Tuhan. Mari lakukan segala sesuatunya dengan penuh perhatian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar