Kamis, 01 Desember 2011

INIKAH JAKARTA

INIKAH JAKARTA??
            Sabtu itu, Pak John harus masuk kantor karena ada tugas yang harus diselesaikan. Seperti biasa, Pak John berangkat lebih awal untuk mengantisipasi jika ada kemacetan atau kerusakan motor. Memang benar, di pertigaan kilometer delapan belas, jalanan sangat padat. Lampu merah mengharuskan Pak John dan orang lain yang seiring dengannya menghentikan kendaraan. Ketika lampu hijau menyala, orang bergegas memacu kendaraannya. “Gubraakk!” kira-kira seperti itu suaranya ketika Pak John jatuh bersama motor yang ia kendarai. Pasalnya, motor yang berada di samping kanannya tiba-tiba melaju dengan kencang dan menyenggol stang motornya. Anehnya, tidak ada seorang pun yang membantunya mengangkat motor itu.
Mereka hanya melihatnya dari kendaraan mereka masing-masing. Bahkan orang yang menyenggol motornya pun langsung tancap gas tanpa menghiraukannya. “Hai,jangan lari!” teriak Pak John, namun tidak dihiraukan. Marah,kesal,dan sakit itulah yang dia rasakan saat itu. “Puji Tuhan.” Katanya setelah berhasil berdiri kembali dan menepi ke pinggiran jalan. Dia pun melanjutkan perjalanan dengan merasakanpedih di kaki karena luka tertimpa motor dan pegal di angan karen aharus mengangkat motor yang menimpanya. Seperti orang yang baru tinggal di Jakarta saja, tiba-tiba muncul pertanyaan di dalam hatinya.”Inikah Jakarta? Dua kali aku mengalami hal yang sama.” Bahkan tanpa sengaja,pertanyaan itu pula yang keluar dari mulut Pak John ketika berbincang-bincang dengan temannya,”Inikah Jakarta?” “Ya tidak seperti itu, Pak. Tentu masih banyak orang yang peduli” jawab seorang temannya.
            Inilah kenyataan pahit yang terjadi sekarang ini di dunia ini terutama di Ibukota kita tercinta ini. Namun demikian tentu amsih ada orang-orang yang tidak terkontaminasi oleh sifat individual yang semakin merajalela di dunia modern ini. Masih ada orang-orang yang perasaannya “terganggu” ketika melihat penderitaan orang lain, yang membuatnya bergerak cepat untuk menolong si penderita. Mari kita menjadi salah seorang diantaranya, yaitu orang-orang yang “tidak bisa tidur nyenyak” setelah melihat orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Buka hati dan tangan kita untk menjadi saluran berkat Tuhan bagi mereka yang membutuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar