Selasa, 07 Juni 2011

falling in love

FALLING IN LOVE
        Falling in love?... Mm… I’m not sure about when I faling in love. Honestly, I never fall in love to someone. But I oldce like someone. Ups.. wait a minute, for me, fall in love and like people is different(you know). May be, fall in love always make some people can do everything for the lover. Oh..not,may be again, but it’s true. I always look and listen, how people say love to lover. He…hehe.. it’s sounds always make me shame. But, if I like someone, I only see him, feel happy, and funny. I’m not do everything to him, because me is the one of some people in the cities like him. May be some people said me “FANS”.
        But from that’s all, now I’m just focus to my study, teenager, family and self. Of course,I’ve some reason why I never falling in love. But I can’t tell you that. Because, if I tell you that same I tell you contens of my  heart.
        Ngg.. may be I can tell you some factor why I can’t fall in love. But this private. Ok! Of course, after you read my article, you can give some opinion…(hehehe.. just kidding sir!). Ngg.. my parents,exactly my mother always and always worring about me. And that’s make me difficult to play and enjoy with my friend. Until now, I can’t go alone. And this make me feel regret to my self. I know what reason my parent always worring about me,yap “because I’m a girl!!!”.
        I know I’m girl, but I grow up now and I can to take care my self. May be, only this I can tell you about my story. I can’t write many story me about falling in love, because you know, I’m never falling in love…

TIDAK LAHIR HAMPA BAKAT


TIDAK LAHIR HAMPA BAKAT
Tidak ada manusia yang lahir hampa bakat, meskipun ia hadir ke dunia ini dengan tubuh yang tidak sempurna. Tuhan telah menaburkan benih berupa bakat yang kreatif di dalam setiap orang, yang seharusnya menjadi bekal untuk meraih hidup yang diberkati dan berdampak.
Awal tahun 2000, Benny berangkat dari Surabaya ke Jakarta dengan harapan bisa menjadi TKI di AS. Berbekal uang pinjaman yang cukup besar dari saudaranya, ia mengurus surat-surat dan membayar biaya biro jasa yang membantu keberangkatannya ke AS. Satu bulan menjelang keberangkatannya, pemerintah AS tiba-tiba menutup semua akses ke negaranya sebagai dampak dari tragedi WTC pada 11 september 2001. Kini pupus sudah harapan Benny mengadu nasib ke negri Paman Sam. Dan yang terburuk, ia harus menanggung utang yang relatif besar. Keadaan yang sukar itu tak langsung membuat Benny menyerah, ia melamar sebagai fulltimer di gereja. Apapun pekerjaan yang diberikan gereja, dikerjakannya dengan sepenuh hati. Akhir 2002 Benny dipromosikan untuk membantu bagian administrasi, di mana ia mulai mengenal perangkat komputer. Dengan ulet ia belajar penggunaan perangkat lunak(software) maupun perangkat keras(hardware) secara otodidak. Dalam waktu singkat, Benny telah menguasai teknologi komputer dan membantu bagian IT di gerejanya. Ini merupakan sebuah prestasi yang sangat baik bagi seorang pekerja di gereja,
Benny yang kreatif ingin hidupnya produktif dan memberi dampak pada lingkungan. Ia mengimani hidupnya dipulihkan, menjadi kepala bukan ekor, dan apa saja yang diperbuatnya berhasil. September 2009, Benny bersama istrinya memberanikan diri untuk memulai usaha rental komputer dengan bermodalkan 10 unit komputer di sebuah temapat yang dikontraknya di kawasan terminal Pulo Gadung. Dalam waktu 1 tahun, Benny sudah menikmati hasil dari keuletannya. Tak hanya berkembang, tapi bisnisnya pun berdampak bagi puluhan anak-anak pra-sejahtera yang tinggal di kawasan tersebut. Mereka bisa belajar mengenal dan menggunakan komputer. Saat ini 805 dari pelanggannya adalah anak-anak berumur 4-15 tahun. Pemilik-pemilik rental komputer yang ada di sekitar Pulo Gadung ingin tahu rahasia keberhasilan Benny, mereka pun berguru kepada Benny. Benny bergerak secara dinamis, ia mengembangkan usahanya ke bidang desain grafis, mendesai spanduk, brosur, editing photo, video klip, service komputer, instalansi komputer, dan LCD proyector.
Kesuksesan tidak pernah tersedia dalam kemasan siap pakai, sering kali kesuksesan terbungkus dalam kesempatan yang harus kita lakukan. Tentukan talenta yang da di dalam diri kita, lalu ciptakan kesempatan dengan bermodalkan hikmat dan tuntunan dari Tuhan. Kembangkanlah hal itu dengan rajin, pasti kita akan menikmati buahnya yang lebat. 

ROTI GOSONG
Ketika saya kecil, saya masih ingat ibu suka makanan untuk makan malam kami. Malam itu, ibu meletakkan di depan ayah sebuah piring berisi telur, sosis dan roti yang gosong terbakar. Saya ingat sekali saya menantikan reaksi semua orang apakah mereka tahu bahwa roti ayah gosong terbakar. Tetapi ayah saya mengambil rotinya dan memakannya seperti biasa. Ia seolah tak merasaka pahitnya roti yang gosong itu,malah ia tersenyum kepada ibu dan bertanya kepada saya apakah saya menikmati pelajaran hari ini. Aku tidak ingat apa jawabanku malam itu kepada ayah, tetapi aku mengingat ia menikmati setiap gigitan roti yang gosong itu. Ketika aku meninggalkan meja makan, aku mendengar ibu meminta maaf untuk roti gosong itu. Dan aku masih ingat ayah berkata, “Sayang aku suka roti gosong.”
Ketika aku memberikan ciuman kepada ayahku malam itu, aku bertanya kepadanya, “Ayah apa ayah betul-betul suka roti gosong?”. Ayah meraih dan merangkul aku dengan tangannya dan ia berkata “Sayang, ibumu sudah bekerja keras seharian dan ia betul-betul lelah. Di samping itu, roti gosong tidak akan pernah mencelakai siapapun juga.”
Dari cerita di atas saya ingin mengajak kita mengerti bahwa hidup ini penuh dengan hal-hal yang tidak sempurna dan orang-ornag yang tidak sempurna. Kita sendiri buak orang terbaik di dalam bidang kita, ada banyak hal yang sering kali terlupakan oleh kita atau kita lakukan dengan salah,bahkan kita pernah lupa hari ulang tahun, atau bahkan lupa hari ulang tahun pernikahan kita sendiri, sama seperti yang juga dilakukan oelh orang lain. Oleh karena itu, mari kita belajar untuk menerima satu dengan yang lain apa adanya dan tidak menuntut orang lain berlaku dengan sempurna sementara kita sendiri juga masih banyak kekurangan. Yang paling penting kita lakukan di dunia ini adalah membangun hubungan yang sehat dan yang kekal, yang bertumbuh ke arah DIA.
Sikap saling menerima seperti ini tidak hanya berlaku dalam hubungan suami-istri atau orang tua dan anak, tetapi juga dengan sesama kita di kantor, di gereja, di lingkungan kita, di kampus, dan dimanapun kita berada selama masih ada manusianya dan manusia itu pasti tidak sempurna.
Dua kunci utama untuk menerima orang lain adalah pertama ingatlah bahwa Tuhan Yesus telah menerima kita apa adanya, dengan segala kekurangan dan keberdosaan kita. Kita berharga di mataNya dan Ia tidak melihat kita dengan segala kekurangan kita. Ia menerima kita dan terus berusaha menuntun kita menuju ke kesempurnaan. Kedua, pikirkanlah bahwa diri kita pun juga tidak sempurna, ada atau mungkin juga banyak kekurangannya, dan kita pun bisa berbuat kesalahan yang sama dengan yang dibuat orang lain. Jangan penuhi hati dan pikiran kita dengan tuntutan, tetapi penuhilah dengan sikap penerimaan yang positif, ini akan membantu otang lain juga untuk bertumbuh lebih baik.

MAU JADI APA??


MAU JADI APA???
Kalau ada orang yang ditanya ingin mau bagaimanakah dia kelak di masa depannya??maka pastinya banyak orang akan menjawab ingin hidup bahagia,menikah dengan orang yang dicinta, memiliki pekerjaan yang sangat bagus dan lain-lain yang bahagia. Sudah tentu itulah yang ingin dicapai semua orang di dunia ini. Begitu juga halnya saya.

Senin, 11 April 2011

PENGALAMAN HIDUP BY Ny.Anita Heilbron


PENGALAMAN HIDUP BY Ny.Anita Heilbron
Saya telah mempelajari sedikit ilmu tentang pandangan hidup dari seorang ibu yang telah saya wawancara. Ibu ini adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya menemani sang suami bekerja dengan keshariannya sebagai pendeta. Menurut saya kehidupan ibu ini sangat unik karena banyak pengalaman- pengalaman yang bahakan menurut saya diluar kemamapuan saya. Mau tahu bagaimana ceritanya?? Let’s check it out.:). Eits, sebelum saya beralih ke pada wawancara saya,tentunya saya harus memperkenalkan dulu sosok ibu yang sangat menginspirasi saya ini.hihihi.nama ibu ini adalah “Ibu Anita Heilbron”.
Saya : selamat siang ibu, maaf mengganggu sebentar. Saya bernama Yohana Wiranita Siregar sering dipanggil yoyo juga ingin sekali agar kiranya ibu berkenan untuk saya wawancarai tentang seputar keseharian ibu untuk menambah pengetahuan saya.bolehkah ibu?
Ibu Anita : selamat siang juga nak,oh boleh sekali. Tentu boleh,mau bertanya tentang apa?
Saya : pertama-tama saya ingin bertanya ibu bekerja sebagai apa?
Ibu Anita : oh tante adalah ibu rumah tangga yang kesehariannya selalu menemani suami tugas di ciledug dan juga ngurus anak tante bolak- balik dari ciledug ke sini.
Saya : oh jadi ibu pengikut suami yang setia ya dan sungguh ibu rumah tangga yang baik.hhaha.
Ibu Anita : iya pastinya.hahahah
Saya : emang ibu rumah aslinya tidak disini ya? Emang om kerja sebgai apa ibu? Dan kenapa harus bolak-balik dari pondok gede lalu ke ciledug  dan kemudian ke pondok gede lagi lalu ke ciledug lagi?
Ibu Anita : hahahha. Iya jadi suami tante itu kesehariannya sebagai seorang pendeta di daerah ciledug. Karena suami tante ditempatkan di ciledug jadinya kami tinggal di sana, nah anak-anak karena lagi kuliah tepatnya sama seperti nak yoyo di Gunadarma jadi tidak mungkin tinggal di ciledug karena pasti akan jauh. Nah akhirnya di belilah satu rumah tepatnya rumah ini lalu mereka tinggal di sini  supaya kuliah mereka tetap berjalan lancar. Nah jadinya tante dan om minggu sore sampai senin malam ada di sini dan selasa pagi sampai minggu siang.
Saya : ooooooh, serius ibu??jadi ibu ga capek melakukan aktifitas yang menurut saya sangat rutinitas yang membosankan.maaf ibu.heheh
Ibu Anita : iya yoyo..terkadang tante memang bosan karena melakukan yang selalu begitu begitu saja, namun ada yang membuat ibu terus berjuang yaitu anak- anak. Kalau tidak karena demi kesuksesan mereka tante ga akan melakukan hal- hal yang seperti ini, selai itu juga ada Bapa di Sorga yang selalu melindungi tante dan memberikan tante kesabaran sehingga terus bisa melakukan semua rutinitas tante. Serta tidak lupa suami tante yang sangat tante cintai.
Saya : pasti om sangat bangga ya tante bisa mendapatkan tante yang cantik dan juga sabar.ahahah
Ibu Anita : karena itu tante juga memilih om sebagai suami tante karena dia bisa menerima tante apa adanya.hahaha. yoyo juga makanya nanati harus cari suami benar- benar yang terbaik bagi yoyo dan juga minta bantuan dari Tuhan Yang Maha Kuasa agar yoyo tidak salah pilih.
Saya : pasti tante,pasti sekali. Ok tante makasih sekali ya da meluangkan waktunya tante unutk berbagai cerita keseharian tante ke saya,saya sungguh terinspiratif sekali dan ingin terus belajar bagaimana kelak menjadi seorang ibu yang baik bagi anak dan juga bagi suami.
Ibu Anita : sama- sama nak.
Saya : untuk memaksimalkan wawancara bolehkah kita melakukan sesi photo memphoto tante?hahha
Ibu Anita : oh silahkan, silahkan...
Dan inilah kita yang saatnya  bernarsis ria :

Ini aku dan tante Anita Heilbron.:)
 
Mau tahu rumah yang menjadi keseharian ibu Anita Heilbron sebagai tempat merawat anak-anaknya? 
This is it.





Kebetulan saya berkesempatan untuk memphoto salah satu anknya yang sedang makan,seperti apa? Mari kita lihat.hihhihi
 
 Lalu ini adalah photo ibu Anita dengan suaminya tercinta :
 
Demikianlah wawancara saya dengan ibu Anita heilbron yang begitu anspiratif, menyenangkan dan menambah ilmu bagi saya tentang yang namanya suatu tanggung jawab. Dari ibu Anita Heilbron saya mendapat pengertian bahwa kita harus mencermati pekerjaan kita seperti apa, tak hanya yang tampak dari luar, melainkan makna yang emndasarinya hingga pekerjaan itu penting untuk dikerjakan. Orang yang tak mengerti makna pekerjaannya bisa merasa jemu dan sia- sia bekerja, akan tetapi anak-anak Allah perlu memahami makna pekerjannya. Pertama, Tuhan sendiri memanggil kita untuk bekerja, bekerja halal bukan yang cemar. Kedua, Tuhan mau kita menjadi berkat bagi semua saudara, melalui pekerjaan kita. Ketiga, Tuhan rindu kita bersaksi bahwa Tuhan memelihara, karena dengan bekerja kita tak tergantung pada orang lain. Terima kasih Ibu Anita Heilbron atas pengalamannya yang sangat berharga bagi saya. Semoga bermanfaat bagi kita semuanya juga, amien...=)