Sabtu, 04 Desember 2010

realita kehidupan bangsa indonesia saat ini

Realita Kehidupan bangsa Indonesia hari ini
Sejak zaman perjuangan kemeerdekaan hingga kini, bangsa kita terus berada dalam ketertinggalan dan keterpurukan. Dan sampai hari ini pun kita masih tak bisa lepas dari keterpurukan dan ketertinggalan tersebut. Berbagai ketertinggalan tersebut meliputi hamper semua sendi-sendi kehidupan bangsa ini.
di bidang ekonomi tingkat pengangguran masyarakat kita masih tinggi. Kemiskinan cenderung naik. Tingkat investasi masih belum optimal. Pertumbuhan ekonomi cenderung lambat. Daya saing kita cenderung melemah, sementara Negara-negara di kawasan (China, India, serta Negara-negara asia lainnya) semakin menunjukkan performance yang cemerlang dalam laju pertumbuhan ekonomi. di bidang politik sejak era reformasi tahun 1998, kita memang berhasil mencapai kebebasan berpolitik yang lebih dari era sebelumnya. Keberhasilan membangun demokrasi ini memang patut diacungi jempol, namun, jika kita melihat realita yang terjadi di tangkatan grass root yang terjadi justru adalah praktik politik yang tidak sehat, yang brujung pada ketidak percayaan public pada perangkat-perangkat politik, desentralisasi yang kebablasan (bahkan sampai mengarah pada disintegrasi)
di bidang hukum, upaya reformasi terus dilakukan termasuk dalam pemberantasan korupsi, tetapi masih banyak catatan tersisa, bahwa praktik-praktik dunia hukum kita masih belum mengarah pada penguatan kepastian hukum. Bahkan ada kecenderungan masyarakat kita semakin antipasti terhadap kinerja perangkat-perangkat hokum negeri ini (masih ingat kasus cicak vs buaya, susno vs polri, serta kasus lainnya). di bidang sosial-kemasyarakatan, kondisi kesehatan yang memprihatinkan, kurangnya keseriusan pemerintah dalam membangun pendidikan serta semakin lunturnya kebudayaan local yang menjadi watak dan local geniusity bangsa ini menjadi sebuah tugas berat untuk diselesaikan.
Masalah-masalah kita sebagai bangsa memang kompleks serta saling terkait satu sama lain. Kita tak mungkin menyelesaikan permasalahan pendidikan tanpa melakukan perubahan mendasar pda kebijakan ekonomi. Demikian pula tidak mungkin berbicara tentang pembanguna kesehatan tanpa berbicara budaya, ekonomi dan pendidikan.
Tantangan masa depan Indonesia
Beban berat bangsa ini akan semakin berat dengan semakin beratnya tantangan masa depan. Di tengah ketertinggalan mutlak bangsa ini di semua sendi kehidupan, kita tak mampu menghentikan berbagai perubahan-perubahan global yang akan berimplikasi besar dalam kehidupan masa depan (coba bayangkan kita sedang balapan. Kita menggunakan motor dengan mesin 90 cc, yang rusak di sana sini, sementara bangsa lain menggunakan motor dengan mesin 300 cc dan peralatan yang serba baru, sementara jalan di depan semakin berkelok, semakin menanjak dan sulit dilewati)
Indonesia masa depan akan dihadapkan pada arus informasi yang semakin cepat, perkembangan sains dan teknologi yang semakin cepat dan luas, pola kehidupan dunia yang semakin mengglobal dan terbuka, serta brbagai tantangan lainnya.
Di mana peran mahasiswa?
Berbagai tantangan itu tentu saja menjadikan kita (mahasiswa, sebagai generasi muda bangsa ini) patut untuk cemas dan gelisah. Mengapa? Pertama, karena berbicara masa depan adalah berbicara tentang masa depan kita dan anak cucu kita, dan tentu saja kita tidak ingin di masa depan kita mendapati diri kita atau anak cucu kita hidup sebagai budak bangsa lain. Kedua, karena sejauh ini, kita masih juga tenang-tenang saja seakan tidak terjadi apa-apa.
Membangun bangsa Indonesia masa depan, maka kita akan berbicara tentang membangun kualitas bangsa ini agar sanggup menghadapi tantangan masa depan. Menurut prof. Gunawan Mintohardjo dalam bukunya Membangun Indonesia Emas, untuk membangun Indonesia masa depan maka kita membutuhkan generasi yang menguasai 3 hal yaitu concepts, competencies, dan conections
Karena kompetensi (soft skill) mahasiswa kita telah anggap didapatkan oleh mahasiswa di bangku kuliah (atau sejenisnya) maka tanggung jawab dan fungsi lembaga kemahasiswaan hari ini adalah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membangun konsep dan koneksi. Di situlah lembaga mahasiswa berperan, dalam hal ini, utamanya melalui berbagai kegiatan-kegiatan kelembagaan.
Membangun konsep mahasiswa maka kita akan berbicara tentang penanaman idealisme kemahasiswaan, tanggung jawab sebagai mahasiswa dan generasi penerus bangsa, pemahaman akan kompleksitas permasalahan bangsa, pembangunan karakter mahasiswa, serta pembekalan kemampuan manajerial dan kepemimpinan.
Pembangunan konsep dan koneksi mahasiswa dalam dunia kemahasiswaan masa kini yang semakin bergerak ke arah pola hidup hedonis dan konsumtif, bukanlah sebuah tugas yang mudah. Tapi tentu saja di atas segalanya, adalah sebuah kebanggan bagi lembaga mahasiswa hari ini untuk menjadi Loyang (atau tungku) bagi pencapaian generasi Indonesia Emas

Mahasiswa selalu menjadi bagian dari perjalanan sebuah bangsa. Roda sejarah demokrasi selalu menyertakan mahasiswa sebagai pelopor, penggerak, bahkan sebagai pengambil keputusan. Hal tersebut telah terjadi di berbagai negara di dunia, baik di Timur maupun di Barat.
Pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri.
Dalam hal ini, secara umum mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis, yaitu :
  1. sebagai penyampai kebenaran (agent of social control)
  2. sebagai agen perubahan (agent of change)
  3. sebagai generasi penerus masa depan (iron stock)
Mahasiswa dituntut untuk berperan lebih, tidak hanya bertanggung jawab sebagai kaum akademis, tetapi diluar itu wajib memikirkan dan mengembang tujuan bangsa. Dalam hal ini keterpaduan nilai-nilai moralitas dan intelektualitas sangat diperlukan demi berjalannya peran mahasiswa dalam dunia kampusnya untuk dapat menciptakan sebuah kondisi kehidupan kampus yang harmonis serta juga kehidupan diluar kampus. 
Peran dan fungsi mahasiswa dapat ditunjukkan :
  • Secara santun tanpa mengurangi esensi dan agenda yang diperjuangkan.
  • Semangat mengawal dan mengawasi jalannya reformasi, harus tetap tertanam dalam jiwa setiap mahasiswa.
  • Sikap kritis harus tetap ada dalam diri mahasiswa, sebagai agen pengendali untuk mencegah berbagai penyelewengan yang terjadi terhadap perubahan yang telah mereka perjuangkan.
Dengan begitu, mahasiswa tetap menebarkan bau harum keadilan sosial dan solidaritas kerakyatan.
Menurut Arbi Sanit ada empat faktor pendorong bagi peningkatan peranan mahasiswa dalam kehidupan politik.
  1. sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mahasiswa mempunyai horison yang luas diantara masyarakat.
  2. sebagai kelompok masyarakat yang paling lama menduduki bangku sekolah, sampai di universitas mahasiswa telah mengalami proses sosialisasi politik yang terpanjang diantara angkatan muda.
  3. kehidupan kampus membentuk gaya hidup yang unik di kalangan mahasiswa. Di Universitas, mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, suku, bahasa dan agama terjalin dalam kegiatan kampus sehari-hari.
  4. mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise dalam masyarakat dengan sendirinya merupakan elit di dalam kalangan angkatan muda.

Pada saat generasi yang memmipin bangsa ini sudah mulai berguguran pada saat itulah kita yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa ini. Namun apabila hari ini ternyata kita tidak berusaha mambangun diri kita sendiri apakah mungkin kita kan membangun bangsa ini suatu saat nanti?
Jawabannya ada pada diri anda masing-masing.
Kemampuan yang harus dimiliki seorang mahasiswa
1. Soft skill (Kemampuan Kepribadian)
  • Soft Skill atau kemampuan kepribadian adalah salah satu faktor untuk sukses pada pendidikan yang ditempuh dan juga penentu untuk masa depan seseorang dalam menjalani hidupnya.
  • Karena soft skill hampir 80 % menentukan keberhasilan seseorang.
Kemampuan soft skill yang perlu dimiliki seorang mahasiswa
  • Manajemen waktu
  • Kepemimpinan (leadership)
  • Tingkat kepercayaan yang tinggi (self confidence)
  • Selera humor yang tinggi (sense of humor)
  • Memiliki keyakinan dalam agama (spiritual capital)
2. Hard Skill (Kemampuan Intelektual)
Kemampuan intelektual hanya mendukung 20 % dari pencapaian prestasi dan keberhasilan seseorang
Jika kemampuan soft skill ini kita punyai, maka kita akan menjadi orang yang baik di masa depan, sebab saat ini yang terjadi banyak orang yang penting tapi sedikit yang baik
Yakini pilihan anda, bahwa dalam dunia anda menekuni pendidikan tinggi anda bisa sukses seperti yang anda cita-citakan.

penghargaan tinggi bagi tkw

Anda tahu, bahwa sebagian besar dari mereka memiliki pendidikan yang mungkin tidak cukup memenuhi kualifikasi sebagai pekerja asing. Walaupun demikian, keberanian TKW patut diberikan penghargaan yang tinggi, dan berdasarkan keberanian itu semuanya ditempuh mendapatkan kelayakan hidup. Tetapi yang lebih hebat lagi bahwa keberanian itu menjadikan negara menerima devisa yang besar, atau dengan kata lain TKW ......... memberikan devisa negara yang besar, dan bahkan mengurangi beban pemerintah dalam menyelesaikan masalah pengangguran yang mustinya diselesaikan oleh pemerintah negara..
Dapat dibayangkan bahwa dengan modal pengetahuan yang serba sedikit, mereka bekerja untuk mendapatkan modal yang dipergunakan dikemudian hari setelah mereka kembali di negaranya. Mungkin ini motif kebanyakan dari mereka, di mana modal seringkali menghambat seseorang untuk membuka usaha yang memadai; dan boleh jadi untuk kepentingan itu TKW mengeluarkan potensi diri yang berupa ketekutanan untuk meningkatkan kehidupannya
Adapun demikian, seringkali prosedur yang panjang mengesankan halangan untuk kepergian para TKW ke negeri sebrang. Pemerintahan sebagai pelopor dan pengarah memberikan kemudahan dan perlindungan yang memadai bagi para TKW. Ketika kemudahan dan perlindungan benar-benar memadai, tentu saja akan memberikan rasa aman serta nyaman bagi para TKW sehingga…… mereka dapat bekerja dengan lebih baik. Terkadang proses ini menjadi beban bagi mereka; dan memerlukan pengetahuan serta bantuan tertentu untuk menyelesaikannya. Jika di fase ini tidak terpenuhi, maka sudah dapat dipastikan masalah baru dapat timbul. Bahkan mungkin ada yang mendapat masalah sampai ke tahap meminta perlindungan hukum. Ini merupakan hal serius bagi semua pihak, entah itu TKW itu sendiri atau bagi negara yang mendapatkan profit yang banyak dari kepergian TKW ke negeri sebrang.

pentingnya ISD di masa sekarang.......

Ilmu sosial dasar merupakan ilmu dimana kita belajar tentang bagaimana harusnya bersosialisasi dengan baik,benar dan memenuhi aturan-aturan yang berlaku dan sesuai agar tidak membuat banyak pihak kecewa. Ilmu sosial dasar sangat penting bagi mahasiswa sekarang ini,ini dialaskan karena sekarang sudah tidak memikirkan lagi kepentingan orang lain namun hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri. Ini sungguh miris karena kita sebagai manusia khususnya yang menyandang mahasiswa harusnya harus aktif dalam hal-hal yang positif yang bisa membangun indonesia ini paling tidak bisa membangun segala institusi yang mereka bentuk atau mereka majukan untuk lebih baik lagi.
Jadi menurut saya ilmu sosial dasar adalah salah satu ilmu yang sangat penting bagi kita manusia baik dari segala jurusan, pekerjaan, latar belakang, dan status agar kita menjadi manusia yang lebih baik lagi dan supaya kita sebagai manusia khususnya sadar kita hidup bukan menjadi mahasiswa individu melainkan mahasiswa yang bersosialisasi.
Sebagai manusia khususnya mahasiswa yang bersosialisasi kita juga harus memiliki aturan-aturan dan urutan-urutan tata krama yang harus kita lakukan jika kita bersosialisasi dengan orang lain. Karena aturan-aturan itu membuat kita lebih sopan,bertatakrama dan juga paling penting tidak membuat orang yang kita ajak bersosialisasi sakit hati atau menimbulkan masalah. Baiknya ilmu sosial dasar ini bisa membuat kita menjadi orang yang bisa bersosialisasi dengan cara yang sehat.
                                          

Selasa, 30 November 2010

resep pacaran baru??????

Aturan Memulai Hubungan Baru
By Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni - Jumat, 29 Oktober
VIVAnews - Ketika memulai hubungan asmara dengan kekasih baru, biasanya penuh trik dan 'permainan' tebak-tebakan. Dalam kondisi ini, pria cenderung tidak pintar menebak keinginan wanita.
Ketidaksamaan persepsi antarpasangan bisa memicu salah paham dan berpotensi menjadi sumber konflik. Ada baiknya, ketahui 'pedoman' memulai hubungan baru berikut ini  demi terciptanya hubungan awet dan minim konflik, seperti dikutip dari Your Tango.
1. Menunjukkan perasaan (public display affection)
Tiap orang memiliki level kenyamanan yang berbeda ketika tampil sebagai pasangan di depan umum. Bicarakan batas dan kenyamanan ini. Ungkapkan, mana yang berlebihan dan mana yang tidak.
2. Satu minggu sekali
Tentukan satu hari dalam seminggu di mana Anda dan dia menghabiskan waktu berdua saja. Meskipun sama-sama sibuk, komitmen ini sangat penting demi hubungan sehat. 
3. Tidak melarang menghabiskan waktu sendiri
Selalu bersama sebagai pasangan memang menyenangkan. Tetapi, jangan sampai Anda dan dia saling melarang untuk menghabiskan waktu sendiri. Biarkan dia sesekali menghabiskan waktu dengan teman-temannya, begitu juga Anda. Ini membuat hubungan justru jadi lebih hangat.
4. Jangan terlalu cepat bicara masa depan
Membicarakan masa depan yang terkait pernikahan dan anak di awal hubungan bisa membuat pria 'ketakutan'. Kecuali dia yang memulai. Sebaiknya jangan dulu dibicarakan. Nikmati saja dulu tahap penyesuaian di awal hubungan. Seiring mapannya hubungan, rencana masa depan akan datang dengan sendirinya.
5. Berteman dengan teman pasangan
Jangan langsung melakukan penilaian buruk pada teman-teman pasangan. Cobalah kenali dulu mereka. Sangat seru apabila Anda juga bisa akrab dengan teman-temannya.
6. Tetap tenang saat cemburu
Jangan mulai pertengkaran hanya karena ia melirik gadis lain yang berjalan sepintas. Demikian juga, ia tidak boleh marah ketika Anda melirik pria tampan yang sedang lewat. Ini hanya semacam lucu-lucuan yang justru bisa dijadikan permainan.
7. Jangan berasumsi
Jangan memaksanya untuk menebak keinginan Anda dan mengerti sendiri apa yang seharusnya dilakukan. Misalnya dengan mengatakan, "Tidak masalah jika kita tidak merayakan ulang tahunku." Akan lebih baik Anda terbuka mengungkapkan keinginan, apa yang disukai dan tidak disukai. Mintalah dia juga melakukan hal yang sama. Trik ini bisa meminimalisasi konflik. (pet)

kaitan alm.mbah marijan dengan ilmu sosial dasar

Saat kita sudah menjumpai sebuah kesukaan atau sebuah tujuan hidup, maka kita pastinya sudah tidak mau lagi meninggalkan segala yang telah kita temukan dan yang telah menjadi bagian dari hidup kita. Salah satu contohnya adalah seorang bapak yang sudah sangat baya yang terus tetap bertahan walaupun dihadang badai bahkan juga rela menyumbang nyawanya karena kerelaannya dan kecintaannya terhadap sesuatu. Dialah bapak alm.mbah marijan, sosok yang patut kita banggakan dan patut kita acungi jempol dimana beliau rela mati di saat sebuah gunung merapi yang selama ini sudah menjadi hidup dari alm.mbah marijan mengamuk. 
Saat ini sungguh sudah banyak orang yang sudah tidak lagi bisa bertahan dikala sudah terjadi sesuatu atau sesuatu yang telah kita perjuangkan menjadi sesuatu yang akan mencelakakan kita. Namun bagi seorang alm.mbah marijan yang mempunyai sosial tinggi tidaklah menjadi suatu masalah. Beliau malah rela mati demi sesuatu hal yang telah menjadi bagian hidupnya. Kita perlu belajar sebagai manusia yang hidup bersosial bagaimana kita harus bisa tetap setia terhadap sesuatu sebagaimana pun buruknya sesuatu ataupun hal itu namun jika kita telah memilihnya menjadi bagian dari hidup kita maka otomatis kita menyrahkan dan menyumbangkan seluruh yang kita miliki unutk menjadi bagian dari yang telah kita  pilih.
Jadi kita sebagai makhluk sosial baiknya kita menjadi manusia yang setia,mari kita tiru perjalanan dan sifat-sifat teladan dari alm.mbah marijan yang mempunyai jiwa sosial yang sangat tinggi. Karena hidup ini tidak bisa kita jalani sendiri dan tidak bisa kita kuasai sendiri.