Realita Kehidupan bangsa Indonesia hari iniSejak zaman perjuangan kemeerdekaan hingga kini, bangsa kita terus berada dalam ketertinggalan dan keterpurukan. Dan sampai hari ini pun kita masih tak bisa lepas dari keterpurukan dan ketertinggalan tersebut. Berbagai ketertinggalan tersebut meliputi hamper semua sendi-sendi kehidupan bangsa ini.di bidang ekonomi tingkat pengangguran masyarakat kita masih tinggi. Kemiskinan cenderung naik. Tingkat investasi masih belum optimal. Pertumbuhan ekonomi cenderung lambat. Daya saing kita cenderung melemah, sementara Negara-negara di kawasan (China, India, serta Negara-negara asia lainnya) semakin menunjukkan performance yang cemerlang dalam laju pertumbuhan ekonomi. di bidang politik sejak era reformasi tahun 1998, kita memang berhasil mencapai kebebasan berpolitik yang lebih dari era sebelumnya. Keberhasilan membangun demokrasi ini memang patut diacungi jempol, namun, jika kita melihat realita yang terjadi di tangkatan grass root yang terjadi justru adalah praktik politik yang tidak sehat, yang brujung pada ketidak percayaan public pada perangkat-perangkat politik, desentralisasi yang kebablasan (bahkan sampai mengarah pada disintegrasi)di bidang hukum, upaya reformasi terus dilakukan termasuk dalam pemberantasan korupsi, tetapi masih banyak catatan tersisa, bahwa praktik-praktik dunia hukum kita masih belum mengarah pada penguatan kepastian hukum. Bahkan ada kecenderungan masyarakat kita semakin antipasti terhadap kinerja perangkat-perangkat hokum negeri ini (masih ingat kasus cicak vs buaya, susno vs polri, serta kasus lainnya). di bidang sosial-kemasyarakatan, kondisi kesehatan yang memprihatinkan, kurangnya keseriusan pemerintah dalam membangun pendidikan serta semakin lunturnya kebudayaan local yang menjadi watak dan local geniusity bangsa ini menjadi sebuah tugas berat untuk diselesaikan.Masalah-masalah kita sebagai bangsa memang kompleks serta saling terkait satu sama lain. Kita tak mungkin menyelesaikan permasalahan pendidikan tanpa melakukan perubahan mendasar pda kebijakan ekonomi. Demikian pula tidak mungkin berbicara tentang pembanguna kesehatan tanpa berbicara budaya, ekonomi dan pendidikan.Tantangan masa depan IndonesiaBeban berat bangsa ini akan semakin berat dengan semakin beratnya tantangan masa depan. Di tengah ketertinggalan mutlak bangsa ini di semua sendi kehidupan, kita tak mampu menghentikan berbagai perubahan-perubahan global yang akan berimplikasi besar dalam kehidupan masa depan (coba bayangkan kita sedang balapan. Kita menggunakan motor dengan mesin 90 cc, yang rusak di sana sini, sementara bangsa lain menggunakan motor dengan mesin 300 cc dan peralatan yang serba baru, sementara jalan di depan semakin berkelok, semakin menanjak dan sulit dilewati)Indonesia masa depan akan dihadapkan pada arus informasi yang semakin cepat, perkembangan sains dan teknologi yang semakin cepat dan luas, pola kehidupan dunia yang semakin mengglobal dan terbuka, serta brbagai tantangan lainnya.Di mana peran mahasiswa?Berbagai tantangan itu tentu saja menjadikan kita (mahasiswa, sebagai generasi muda bangsa ini) patut untuk cemas dan gelisah. Mengapa? Pertama, karena berbicara masa depan adalah berbicara tentang masa depan kita dan anak cucu kita, dan tentu saja kita tidak ingin di masa depan kita mendapati diri kita atau anak cucu kita hidup sebagai budak bangsa lain. Kedua, karena sejauh ini, kita masih juga tenang-tenang saja seakan tidak terjadi apa-apa.Membangun bangsa Indonesia masa depan, maka kita akan berbicara tentang membangun kualitas bangsa ini agar sanggup menghadapi tantangan masa depan. Menurut prof. Gunawan Mintohardjo dalam bukunya Membangun Indonesia Emas, untuk membangun Indonesia masa depan maka kita membutuhkan generasi yang menguasai 3 hal yaitu concepts, competencies, dan conections
Karena kompetensi (soft skill) mahasiswa kita telah anggap didapatkan oleh mahasiswa di bangku kuliah (atau sejenisnya) maka tanggung jawab dan fungsi lembaga kemahasiswaan hari ini adalah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membangun konsep dan koneksi. Di situlah lembaga mahasiswa berperan, dalam hal ini, utamanya melalui berbagai kegiatan-kegiatan kelembagaan.Membangun konsep mahasiswa maka kita akan berbicara tentang penanaman idealisme kemahasiswaan, tanggung jawab sebagai mahasiswa dan generasi penerus bangsa, pemahaman akan kompleksitas permasalahan bangsa, pembangunan karakter mahasiswa, serta pembekalan kemampuan manajerial dan kepemimpinan.Pembangunan konsep dan koneksi mahasiswa dalam dunia kemahasiswaan masa kini yang semakin bergerak ke arah pola hidup hedonis dan konsumtif, bukanlah sebuah tugas yang mudah. Tapi tentu saja di atas segalanya, adalah sebuah kebanggan bagi lembaga mahasiswa hari ini untuk menjadi Loyang (atau tungku) bagi pencapaian generasi Indonesia Emas
Mahasiswa selalu menjadi bagian dari perjalanan sebuah bangsa. Roda sejarah demokrasi selalu menyertakan mahasiswa sebagai pelopor, penggerak, bahkan sebagai pengambil keputusan. Hal tersebut telah terjadi di berbagai negara di dunia, baik di Timur maupun di Barat.Pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri.Dalam hal ini, secara umum mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis, yaitu :
- sebagai penyampai kebenaran (agent of social control)
- sebagai agen perubahan (agent of change)
- sebagai generasi penerus masa depan (iron stock)
Mahasiswa dituntut untuk berperan lebih, tidak hanya bertanggung jawab sebagai kaum akademis, tetapi diluar itu wajib memikirkan dan mengembang tujuan bangsa. Dalam hal ini keterpaduan nilai-nilai moralitas dan intelektualitas sangat diperlukan demi berjalannya peran mahasiswa dalam dunia kampusnya untuk dapat menciptakan sebuah kondisi kehidupan kampus yang harmonis serta juga kehidupan diluar kampus.Peran dan fungsi mahasiswa dapat ditunjukkan :
- Secara santun tanpa mengurangi esensi dan agenda yang diperjuangkan.
- Semangat mengawal dan mengawasi jalannya reformasi, harus tetap tertanam dalam jiwa setiap mahasiswa.
- Sikap kritis harus tetap ada dalam diri mahasiswa, sebagai agen pengendali untuk mencegah berbagai penyelewengan yang terjadi terhadap perubahan yang telah mereka perjuangkan.
Dengan begitu, mahasiswa tetap menebarkan bau harum keadilan sosial dan solidaritas kerakyatan.Menurut Arbi Sanit ada empat faktor pendorong bagi peningkatan peranan mahasiswa dalam kehidupan politik.
- sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mahasiswa mempunyai horison yang luas diantara masyarakat.
- sebagai kelompok masyarakat yang paling lama menduduki bangku sekolah, sampai di universitas mahasiswa telah mengalami proses sosialisasi politik yang terpanjang diantara angkatan muda.
- kehidupan kampus membentuk gaya hidup yang unik di kalangan mahasiswa. Di Universitas, mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, suku, bahasa dan agama terjalin dalam kegiatan kampus sehari-hari.
- mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise dalam masyarakat dengan sendirinya merupakan elit di dalam kalangan angkatan muda.
Pada saat generasi yang memmipin bangsa ini sudah mulai berguguran pada saat itulah kita yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa ini. Namun apabila hari ini ternyata kita tidak berusaha mambangun diri kita sendiri apakah mungkin kita kan membangun bangsa ini suatu saat nanti?Jawabannya ada pada diri anda masing-masing.Kemampuan yang harus dimiliki seorang mahasiswa
1. Soft skill (Kemampuan Kepribadian)
- Soft Skill atau kemampuan kepribadian adalah salah satu faktor untuk sukses pada pendidikan yang ditempuh dan juga penentu untuk masa depan seseorang dalam menjalani hidupnya.
- Karena soft skill hampir 80 % menentukan keberhasilan seseorang.
Kemampuan soft skill yang perlu dimiliki seorang mahasiswa
- Manajemen waktu
- Kepemimpinan (leadership)
- Tingkat kepercayaan yang tinggi (self confidence)
- Selera humor yang tinggi (sense of humor)
- Memiliki keyakinan dalam agama (spiritual capital)
2. Hard Skill (Kemampuan Intelektual)Kemampuan intelektual hanya mendukung 20 % dari pencapaian prestasi dan keberhasilan seseorangJika kemampuan soft skill ini kita punyai, maka kita akan menjadi orang yang baik di masa depan, sebab saat ini yang terjadi banyak orang yang penting tapi sedikit yang baikYakini pilihan anda, bahwa dalam dunia anda menekuni pendidikan tinggi anda bisa sukses seperti yang anda cita-citakan.
Sabtu, 04 Desember 2010
realita kehidupan bangsa indonesia saat ini
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar