Saat kita sudah menjumpai sebuah kesukaan atau sebuah tujuan hidup, maka kita pastinya sudah tidak mau lagi meninggalkan segala yang telah kita temukan dan yang telah menjadi bagian dari hidup kita. Salah satu contohnya adalah seorang bapak yang sudah sangat baya yang terus tetap bertahan walaupun dihadang badai bahkan juga rela menyumbang nyawanya karena kerelaannya dan kecintaannya terhadap sesuatu. Dialah bapak alm.mbah marijan, sosok yang patut kita banggakan dan patut kita acungi jempol dimana beliau rela mati di saat sebuah gunung merapi yang selama ini sudah menjadi hidup dari alm.mbah marijan mengamuk.
Saat ini sungguh sudah banyak orang yang sudah tidak lagi bisa bertahan dikala sudah terjadi sesuatu atau sesuatu yang telah kita perjuangkan menjadi sesuatu yang akan mencelakakan kita. Namun bagi seorang alm.mbah marijan yang mempunyai sosial tinggi tidaklah menjadi suatu masalah. Beliau malah rela mati demi sesuatu hal yang telah menjadi bagian hidupnya. Kita perlu belajar sebagai manusia yang hidup bersosial bagaimana kita harus bisa tetap setia terhadap sesuatu sebagaimana pun buruknya sesuatu ataupun hal itu namun jika kita telah memilihnya menjadi bagian dari hidup kita maka otomatis kita menyrahkan dan menyumbangkan seluruh yang kita miliki unutk menjadi bagian dari yang telah kita pilih.
Jadi kita sebagai makhluk sosial baiknya kita menjadi manusia yang setia,mari kita tiru perjalanan dan sifat-sifat teladan dari alm.mbah marijan yang mempunyai jiwa sosial yang sangat tinggi. Karena hidup ini tidak bisa kita jalani sendiri dan tidak bisa kita kuasai sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar