Nama saya adalah Lisa dan saya adalah mahasiswi dari
salah satu perguruan tinggi swasta di Jakata. saya adalah rantauan dari
Sumatera, karena keharusan saya untuk menuntut ilmu saya harus rela jauh dari
orangtua namun dibalik kesedihan itu saya senang karena saya bisa mandiri.
Setelah setahun
berlalu saya mulai merasa sedikit jenuh karena dari saya SMA saya selalu
mendambakan saat saya kuliah saya ingin mencari a side job. Setahun berlalu
namun saya belum mendapatkan pekerjaan yang cocok. Ini bukan karena orangtua saya tidak
memberikan uang yang cukup makanya saya jenuh namun karena saya ingin merasakan
hasil dari jerih payah saya sendiri. Sampai akhirnya saya mendapat ide dari
seorang teman untuk menjadi penjual pulsa dikelas. Saya berpikir,menimbang dan
memutuskan memang usaha penjualan pulsa memang
adalah bisnis yang menjanjikan apalagi dikalangan mahasiswa.
Dan dimulailah perjalanan usaha saya. bermula saya menyisihkan
uang saku saya untuk digunakan sebagai modal untuk membeli saldo pulsa. Lalu saya
memulai promosi kepada teman-teman kelas saya untuk tidak lagi membeli pulsa
diluar melainkan membeli dari saya saja dimana harganya juga lebih murah dan
bisa ngutang maksimal 2 minggu. So good right?hahha. dan tentu saja saya menjadi tukang jual pulsa paling dicari
dikelas ya karena saya satu-satunya yang menjual dan pasti yang paling mengerti
sesama mahasiswa/i.
Namun selalu saja resiko yang harus ditanggung dari
sebuah usaha seperti yang saya alami. Suatu ketika teman saya ingin membeli
pulsa untuk modemnya senilai 50ribu. Lalu dia mengirim sms untuk diisikan
pulsa,tentu saja pelanggan adalah raja,oleh sebab itu saya langsung menjalankan
perintah. Ya as usually saya mendapatkan report bahwa pulsa sudah masuk ke nomor yang dituju. Lalu saya
sms teman saya untuk meyakinkan apakah smsnya sudah sampai atau belum. Dari pengalaman
sebelumnya sebenarnya saya tidak perlu menanyakan lagi sudah masuk atau belum
karena jika report bahwa pulsa telah terkirim maka otomatis pulsa akan masuk. Tapi
dengan sangat amat mengejutkan bahwa teman saya mengatakan belum masuk. Dan dia
bertanya apakah nomor yang dituju benar dan setelah saya cek tentunya benar
bahkan saya memforward sms report tanda berhasilnya namun dia berkata tetap
tidak masuk. Sepertinya dia tidak mau ganti rugi or membayar setengah akhirnya
saya mengalah dan membalas pesannya ” ya sudah salah operatornya kali. Maaf ya
ga masuk pulsanya”. Semalaman saya stres karena saya rugi 51ribu dimana itu
tandanya saya rugi. Belum menikmati untung saya malah rugi. Namun pengalaman
itu membuat saya belajar untuk tidak menerima pembelian pulsa modem.
Tapi suatu ketika di suatu malam ada sesuatu yang aneh
terjadi. Pada malam itu kakak saya kehabisan batas tanggal pulsa modem di mana
mengharuskan dia harus membeli pulsa modem tersebut karena keadaan yang
penting. Dia menyuruh saya untuk mengisi pulsa modemnya dengan nominal dan
provider yang persis sama dengan yang teman saya dulu beli itu. Awalnya saya
menolak dengan keras namun karena kakak saya juga memaksa jadi saya mengalah
dan mengisi pulsa modemnya namun dengan syarat kalau pulsanya tidak masuk ke
modemnya padahal saldo saya berkurang maka dia harus tetap membayar. Dia setuju
dan saya mengirim. Ya seperti biasa saya menerima report bahwa saldo saya
berkurang dan pulsa telah terkirim. Namun terjadi keganjilan karena pulsa di modem
kakak saya juga bertambah. Malam itu juga saya galau dan berpikir keras
sebenarnya siapa yang salah???. Namun saya tak mau berburuk sangka dan hanya
ingin mengubur masalah itu dan tak memikirkan siapa yang salah.
Dengan pengalaman ini saya jadi percaya bahwa memang
rejeki tidak akan lari kemana mau
sekeras apapun kita berusaha. Tentu saja Tuhan punya jalan sekarang usaha saya
lebih sukses bahkan kerugian saya yang lalu sudah tergantikan. Usaha ini mengajarkan saya untuk berlaku sabar dan jujur dan itu sangat hebat.
Postingan ini dalam rangka Lomba Blog Pojok Pulsa:
Pojok Pulsa – Pulsa Elektrik - Pulsa Murah - Voucher Game Online.
Mau Pulsa Gratis? Follow: @pojoktweet | Facebook Page Pojok Pulsa | Pojok Pulsa Google Plus Page
Pojok Pulsa – Pulsa Elektrik - Pulsa Murah - Voucher Game Online.
Mau Pulsa Gratis? Follow: @pojoktweet | Facebook Page Pojok Pulsa | Pojok Pulsa Google Plus Page
wah kejadian yang persis sama denganku mbak. tapi saya yang jadi pembeli. ada report terkirim dr penjual tapi modemku tidak bertambah pulsanya.
BalasHapus