Kamis, 17 Mei 2012

SIAPA YANG SALAH???


                Nama saya adalah Lisa dan saya adalah mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi swasta di Jakata. saya adalah rantauan dari Sumatera, karena keharusan saya untuk menuntut ilmu saya harus rela jauh dari orangtua namun dibalik kesedihan itu saya senang karena saya bisa mandiri.
            Setelah setahun berlalu saya mulai merasa sedikit jenuh karena dari saya SMA saya selalu mendambakan saat saya kuliah saya ingin mencari a side job. Setahun berlalu namun saya belum mendapatkan pekerjaan yang cocok.  Ini bukan karena orangtua saya tidak memberikan uang yang cukup makanya saya jenuh namun karena saya ingin merasakan hasil dari jerih payah saya sendiri. Sampai akhirnya saya mendapat ide dari seorang teman untuk menjadi penjual pulsa dikelas. Saya berpikir,menimbang dan memutuskan memang usaha penjualan pulsa memang  adalah bisnis yang menjanjikan apalagi dikalangan mahasiswa.
Dan dimulailah perjalanan usaha saya. bermula saya menyisihkan uang saku saya untuk digunakan sebagai modal untuk membeli saldo pulsa. Lalu saya memulai promosi kepada teman-teman kelas saya untuk tidak lagi membeli pulsa diluar melainkan membeli dari saya saja dimana harganya juga lebih murah dan bisa ngutang maksimal 2 minggu. So good right?hahha. dan tentu saja  saya menjadi tukang jual pulsa paling dicari dikelas ya karena saya satu-satunya yang menjual dan pasti yang paling mengerti sesama mahasiswa/i.
Namun selalu saja resiko yang harus ditanggung dari sebuah usaha seperti yang saya alami. Suatu ketika teman saya ingin membeli pulsa untuk modemnya senilai 50ribu. Lalu dia mengirim sms untuk diisikan pulsa,tentu saja pelanggan adalah raja,oleh sebab itu saya langsung menjalankan perintah. Ya as usually saya mendapatkan report bahwa  pulsa sudah masuk ke nomor yang dituju. Lalu saya sms teman saya untuk meyakinkan apakah smsnya sudah sampai atau belum. Dari pengalaman sebelumnya sebenarnya saya tidak perlu menanyakan lagi sudah masuk atau belum karena jika report bahwa pulsa telah terkirim maka otomatis pulsa akan masuk. Tapi dengan sangat amat mengejutkan bahwa teman saya mengatakan belum masuk. Dan dia bertanya apakah nomor yang dituju benar dan setelah saya cek tentunya benar bahkan saya memforward sms report tanda berhasilnya namun dia berkata tetap tidak masuk. Sepertinya dia tidak mau ganti rugi or membayar setengah akhirnya saya mengalah dan membalas pesannya       ” ya sudah salah operatornya kali. Maaf ya ga masuk pulsanya”. Semalaman saya stres karena saya rugi 51ribu dimana itu tandanya saya rugi. Belum menikmati untung saya malah rugi. Namun pengalaman itu membuat saya belajar untuk tidak menerima pembelian pulsa modem.
Tapi suatu ketika di suatu malam ada sesuatu yang aneh terjadi. Pada malam itu kakak saya kehabisan batas tanggal pulsa modem di mana mengharuskan dia harus membeli pulsa modem tersebut karena keadaan yang penting. Dia menyuruh saya untuk mengisi pulsa modemnya dengan nominal dan provider yang persis sama dengan yang teman saya dulu beli itu. Awalnya saya menolak dengan keras namun karena kakak saya juga memaksa jadi saya mengalah dan mengisi pulsa modemnya namun dengan syarat kalau pulsanya tidak masuk ke modemnya padahal saldo saya berkurang maka dia harus tetap membayar. Dia setuju dan saya mengirim. Ya seperti biasa saya menerima report bahwa saldo saya berkurang dan pulsa telah terkirim. Namun terjadi keganjilan karena pulsa di modem kakak saya juga bertambah. Malam itu juga saya galau dan berpikir keras sebenarnya siapa yang salah???. Namun saya tak mau berburuk sangka dan hanya ingin mengubur masalah itu dan tak memikirkan siapa yang salah.
Dengan pengalaman ini saya jadi percaya bahwa memang rejeki tidak akan lari kemana  mau sekeras apapun kita berusaha. Tentu saja Tuhan punya jalan sekarang usaha saya lebih sukses bahkan kerugian saya yang lalu sudah tergantikan. Usaha ini mengajarkan saya untuk berlaku sabar dan jujur dan itu sangat hebat.

1 komentar:

  1. wah kejadian yang persis sama denganku mbak. tapi saya yang jadi pembeli. ada report terkirim dr penjual tapi modemku tidak bertambah pulsanya.

    BalasHapus