“HIDUP”
Kata ini merupakan kata yang sangat berharga bagi setiap manusia dimuka bumi ini termasuk pada saya. Tanpa hidup maka saya tidak akan mengetahui bagaimana rasanya untuk tahu apa yang terjadi dan apa yang akan saya alami di dunia ini. Bagi kebanyakan orang jika dikatakan apakah senang dipilih oleh Tuhan untuk hidup di dunia pasti mengatakan sangatlah beruntung karena dia bisa merasakan indahnya dunia ini dan mendapatkan apa yang dia miliki karena dia memiliki harta yang banyak di dunia ini. Namun jika kita tanya lagi kepada orang lain maka tak sedikit juga yang mengatakan “lebih baik saya mati dari pada hidup tersiksa”. Memang dunia ini tidak adil pada manusia ini tapi lagi-lagi saya katakan ini adalah ”hidup” yang penuh lika-liku.
Saya ingin menelusuri lagi lebih dalam kepada orang-orang yang beruntung di dunia ini karena dia masih diberi berkat untuk hidup di dunia ini ditambah materi yang cukup untuk bertahan hidup di dunia yang sudah makin kejam ini.
Saya pernah menonton sebuah film yang saya lupa judulnya namun Ini merupakan film yang sangat menarik bagi saya dimana dari film ini saya sadar bahwa saya harus sangat benar-benar bersyukur buat apa yang telah diberikan oleh Tuhan pada saya,seterpuruk apapun keadaan saya, bagaimanapun duka saya,sebahagia apapun saya,sekaya apapun saya dan seberapa terkenalpun saya itu bukanlah semata-mata karena hebat saya namun yang punya andil besar dalam hidup saya adalah Tuhan.
Film ini sudah lama saya tonton namun pesan moral yang tersampaikan baik kepada saya masih saya ingat sampai sekarang. Mungkin saya sudah banyak lupa tentang film dan bahkan nama-nama dari pemainnya sendiri namun saya akan berusaha menceritakan dimana ada seorang anak dari keluarga yang terpandang memliki seorang teman dari keluarga sederhana. Saat mereka kecil kedua anak ini selalu bermain dan bercanda gurau. Mereka adalah sahabat masa kecil yang hidupnya tidak hilang dari kebahagiaan karena mereka selalu bersama.
Si anak yang kaya tidak sungkan datang kerumah si anak yang sederhana walaupun rumahnya memang berbanding terbalik. Hingga sampai saat natal mereka bertukaran kado natal dan saling menghampiri rumah-rumah mereka secara bergantian. Hal seperti itu selalu mereka lakukan dengan bahagia sampai saatnya mereka beranjak dewasa. Saat seorang anak yang kaya raya itu beranjak dewasa dan mempunyai sebuah usaha yang bagus dia bukan menjadi seperti padi yang merunduk namun malah menjadi wanita yang sangat sombong. Apalagi sahabatnya sendiri itu adalah pegawai dari usaha yang dibuka oleh si anak yang kaya. Dia mersa seperti tidak mengenal lagi siapa sahabatnya itu dan sibuk dengan dirinya sendiri. Hal itu selalu dijalaninya sampai dia benar-benar renggang dengan sahabatnya sendiri. Hal ini tentulah membuat sahabatnya sedih dan berusaha untuk mengubah sifat sombong dan membeda-bedakan status. Sampai suatu hari adalah bulan 12 di mana orang mulai sibuk merayakan atau mempersiapkan untuk merayakan natal dia merasa ada yang aneh dalam hidupnya.
Dia merasakan kesepian yang mendalam namun dia tidak tahu apa dan terus menjalani hidupnya yang menurut orang banyak sangat menjengkelkan. Si sahabatnya terus berusaha menyadarkan namun si anak kaya tidak pernah menanggapi. Namun ada hal aneh bahwa setiap malam saat si anak kaya tidur si anak kaya selalu mimpi berganti posisi status dengan sahabatnya sendiri . dia menjadi orang yang tidak punya apa-apa sedangkan dalam mimpinya sahabatnya menajdi seorang anak kaya seperti dia dan tidak mau menganggap anak itu sebagai sahabat.
Mimpi itu terus terulang sampai akhirnya tanggal 25 desember sang anak remaja itu sadar kalau harta atau kekayaan bukanlah tolak ukur seseorang untuk bahagia,namun yang terpenting adalah bagaimana seseorang bisa saling menghargai,mengasihi dan saling menjaga. Itulah kunci dari kebahagiaan menurut saya. Jadi harta,atau kekayaan bukanlah milik kita sepenuhnya karena diatas segala itu ada Tuhan yang memiliknya sepenuhnya dan berhak mengambilnya kapanpun tanpa bisa kita tahu kapan.=)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar