Komputasi Awan dalam Membangun Portal Knowledge Management
Untuk Mendorong Implementasi E-Government
Studi Kasus Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD)
Provinsi Jawa Barat
Abstrak
Transformasi
dibidang Teknik Informasi telah menciptakan perubahan nilai-nilai kerja, dimana
para sumberdaya manusia tidak hanya dianggap memproduksi hasil, tetapi memiliki
pengetahuan yang layak untuk dihargai. Kemunculan para knowledge workers
menimbulkan pergeseran dalam hal spesifikasi spesialisasi/keahlian, sehingga
penilaian terhadap kinerja remunerasi mereka berbeda dengan layaknya SDM yang
sekedar menjalankan proses. Sedangkan dari segi manajemen, kita beralih dari
people management ke knowledge management, sedangkan dari segi teknologi, telah
banyak intelligent system yang digunakan seperti robotik, sistem pakar, agent
system, dan lain-lain. Dibentuknya corporate memory yang bisa diakses dari mana
saja, kapan saja, dan oleh siapa saja yang diberi izin. Serta dari segi budaya,
knowledge sharing culture sangat diharapkan untuk bisa direalisasikan dengan
baik. Tentunya hal ini berhubungan erat dengan reward system. Bervisikan
mentransformasikan bangsa menuju knowledge based society, meningkatkan transparansi,
kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka penerapan
konsep Good Corporate Governance, kemampuan akses pengetahuan masyarakat sangat
penting artinya. Oleh karenanya lembaga pemerintahan perlu membangun portal
knowledge management system memanfaatkan taknnologi cloud computing sebagai
Infrastructure as a Service dalam penerapan e-Government hal itu merupakan
suatu upaya untuk dapat membuka cakrawala dan pengetahuan masyarakat serta
peningkatan efisiensi dan efektifitas kerja pemerintahan.
Pendahuluan
Globalisasi
merupakan sebuah fenomena dimana negara-negara di dunia secara langsung maupun
tidak langsung mengharapkan terjadinya sebuah interaksi antar masyarakat yang
jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan saat-saat sebelumnya. Di
dalam format ini, proses interaksi dan komunikasi antar negara-negara di dunia
akan jauh lebih intens dibandingkan dengan apa yang selama ini pernah terjadi.
Adalah merupakan suatu kenyataan bahwa globalisasi telah membuka isolasi
batasan antar negara yang selama ini berlaku, terutama untuk hal-hal yang berhubungan
dengan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan hukum yang merupakan akibat
sedemikian cepat dan akurat-nya informasi mengalir dari satu tempat ke tempat
lain. Transformasi dibidang Teknik Informasi telah menciptakan perubahan
nilai-nilai kerja, dimana para sumberdaya manusia tidak hanya dianggap memproduksi
hasil, tetapi memiliki pengetahuan yang layak untuk dihargai. Kemunculan para knowledge
workers menimbulkan pergeseran dalam hal spesifikasi
spesialisasi/keahlian, sehingga penilaian terhadap kinerja remunerasi mereka
berbeda dengan layaknya SDM yang sekedar menjalankan proses. Dari segi
manajemen, kita beralih dari people management ke knowledge
management, sedangkan dari segi teknologi, telah banyak intelligent
system yang digunakan seperti robotik, sistem pakar, agent system,
dan lain-lain. Dibentuknya corporate memory yang bisa diakses dari mana
saja, kapan saja, dan oleh siapa saja yang diberi izin. Serta dari segi budaya,
knowledge sharing culture sangat diharapkan untuk bisa direalisasikan
dengan baik. Tentunya hal ini berhubungan erat dengan reward system.
Perkembangan teknologi internet saat ini telah dan sedang dalam fase
perkembangan web 2.0 dengan main concept-nya yang menekankan pada online
sharing dan collaboration dan beberapa prinsip utamanya ialah mobile,
easy maintenance, one click, widely spread distributed, scalability,
concurrency dan transparancy. Saat ini, kajian teknologi web 2.0 yang
termutakhir terkonsentrasi pada konsep cloud computing. Cloud
computing atau komputasi awan ialah teknologi yang memanfaatkan layanan
internet menggunakan pusat server yang bersifat virtual dengan tujuan maintain
data dan aplikasi.
untuk lebih lanjut klik DISINI